Terbaru

Tuesday, May 19, 2020

Tuesday, May 19, 2020

DAPAT MEMBUAT LAPORAN SINGKAT KEGIATAN KEAGAMAAN YANG DIIKUTINYA



Pengertian Laporan Kegiatan
Laporan   kegiatan   adalah   suatu   ikhtisar   tentang   hal   ikhwal   pelaksana   suatukegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugassebagai pertanggungjawaban.
Pentingnya Laporan KegiatanLaporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a.            Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b.            Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c.            Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d.            Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain
Macam Laporan Kegiatan
a.         Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat :
a.    Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu  segera disampaikan laporan   lisan dapat dengan tatap  muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
b.    Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
b.         Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat :
a.    Laporan   yang   ditulis   secara   populer,   yang   menggunakan   kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
b.    Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
c.         Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :
a.    Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
b.    Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
c.    Laporan   keuangan,   menyangkut   masalah   penerimaan   dan  penggunaan uang.
Macam Laporan Kegiatan
a.         Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat :
a.    Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu  segera disampaikan laporan   lisan dapat dengan tatap  muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
b.    Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
b.         Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat :
a.    Laporan   yang   ditulis   secara   populer,   yang   menggunakan   kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
b.    Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
c.         Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :
a.    Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujianSKU, SKK, Pramuka Garuda.
b.    Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
c.    Laporan   keuangan,   menyangkut   masalah   penerimaan   dan   penggunaan uang.


Sistimatika Laporan
Hendaknya   laporan   lengkap,   dapat   menjawab   semua pertanyaan mengenai : apa  ( what ),  mengapa  ( why ),siapa  (   Who   ),  dimana  (   where   ),  kapan  (   when   ),bagaimana ( how ).
Urutan   isi   laporan   sebaiknya   diatur,   sehingga   penerima   laporan   dapat   mudah
memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
 1.       Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
a.    Latar belakang kegiatan
b.    Dasar hukum kegiatan.
c.    Apa maksud dan tujuan kegiatan.
d.    Ruang lingkup isi laporan.

2.       Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
a.            Jenis kegiatan.
b.            Tempat dan waktu kegiatan.
c.            Petugas kegiatan.
d.            Persiapan dan rencana kegiatan.
e.            Peserta kegiatan.
f.             Pelaksanaan   kegiatan   (menurut   bidangnya,   urutan   waktu    pelaksanaan urutan fakta / datanya).
g.            Kesulitan dan hambatan.
h.            Hasil kegiatan.
i.              Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.
 3.       Penutup
Pada   kegiatan   ini   ditulis   ucapan   terima   kasih   kepada   yang   telah   membantu penyelenggaraan   kegiatan   itu,   dan   permintaan   maaf   bila   ada   kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
Contoh tabel kegiatan
No
Hari/Tanggal
Nama Kegiatan
Paraf















Monday, May 18, 2020

Monday, May 18, 2020

CARA MEMBUAT LAMPU HIAS DARI KARDUS BEKAS - HOW TO MAKE A DECORATED LIGHTS FROM USED CARDS

Hallo Kakak Semua, Kali ini saya akam berbagi video tentang hasta karya dari kardus beka, yaitu Lampu Hias Dari Kardus Bekas Lampu hias ini sangat sedehana dan membuatnya gampang banget. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lampu hias ini antara lain : Alat : 1. Gunting 2. Cutter 3. Penggaris Bahan : 1. Kardus bekas 2. Desain Pola (Klik Pada tombol Paling Bawah) 3. Lem Kuat 4. Lem Kayu 5. Mika Plastik 6. Double tape Cara pembuatan simak video berikut ini
Selamat mencoba dan semoga berhasil. Lihat Juga : 1. Lampu tidur dari kardus bekas : https://www.youtube.com/watch?v=H87I7Wm8NJI 2. Pot Bunga dari botol bekas : https://www.youtube.com/watch?v=WbUyDptyiSg 3. Mobil Mobilan dari botol bekas : https://www.youtube.com/watch?v=K51Lzb1OQIk 4. Lampu hias dari stik es krim : https://www.youtube.com/watch?v=Oq3mw0woucU 6. Pigura Foto Roll keren dari kardus bekas : https://www.youtube.com/watch?v=N2ycgz2VE2I 7. Pot bunga dari botol bekas : https://www.youtube.com/watch?v=M0lDtIOlUVM 8. Membuat tempat sabun dari botol bekas : https://www.youtube.com/watch?v=TPUDW2K0maM&t=0s 9. Membuat laci keren dari kardus bekas : https://www.youtube.com/watch?v=nriSCqichRA&t=0s 10. Membuat Mobil WISUDA: https://www.youtube.com/watch?v=Dzlaj0s6vYw&t=0s 11. Membuat tempat pensil dari botol bekas : https://www.youtube.com/watch?v=XIA_bTEjXFo&t=6s 12. Miniatur Monas : https://youtu.be/Ik6kCqOYZE4


Klik Tombol Dibawah Ini Untuk Mengunduh

Sunday, May 17, 2020

Sunday, May 17, 2020

HASTA KARYA DARI KARDUS BEKAS : MINIATUR MONAS


Hallo kakak kakak,
Kali ini saya akan membagikan video saya tentang pemanfaatan limbah kardus/kardus bekas menjadi barang/benda yang keren, yaitu Miniatur Monumen Nasional (MONAS).
Bagi kakak kakak yang punya kardus bekas dirumah, jangan langsung dibuang ya, kita bisa memanfaatkannya menjadi hasta karya keren seperti ini.
Untuk membuat miniatur monas kita perlu menyiapkan bahan dan alatnya.
Bahan :
1. Kardus bekas
2. Lem Kuat
3. Lem Kayu
4. Desain Pola (Klik Tombol Dibawah)

Alat :
1. Guntung
2. Cutter
3. Penggaris besi

Nah itu diatas adalah alat dan bahannya.
Untuk cara pembuatan bisa lihat di video dibawah ini

Selamat mencoba, semoga berhasil. Jangan lupa like dan komen yaa....dan SUBSCRIBE.

Lihat Juga :
1. Lampu tidur dari kardus bekas
2. Pot Bunga dari botol bekas
3. Mobil Mobilan dari botol bekas
4. Lampu hias dari stik es krim
6. Pigura Foto Roll keren dari kardus bekas
7. Pot bunga dari botol bekas
8. Membuat tempat sabun dari botol bekas
9. Membuat laci keren dari kardus bekas
10. Membuat Mobil WISUDA
11. Membuat tempat pensil dari botol bekas


Klik Tombol Dibawah Ini Untuk Mengunduh

Friday, May 8, 2020

Friday, May 08, 2020

DAPAT MENJELASKAN TEKNIK PENJERNIHAN



·         Pengertian Penjernihan Air
Penjernihan air merujuk ke sejumlah proses yang dijalankan demi membuat air dapat diterima untuk penggunaan akhir tertentu. Ini mencakup penggunaan seperti air minum, proses industri, medis dan banyak penggunaan lain. Tujuan semua proses penjernihan air adalah menghilangkan pencemar yang ada dalam air atau mengurangi kadarnya agar air menjadi layak untuk penggunaan akhirnya. Salah satu penggunaan tersebut adalah mengembalikan ke lingkungan alami air yang sudah digunakan tanpa berakibatkan dampak yang buruk atas lingkungan.
·         Mengenal Teknik Penjernihan Air
Penjernihan air adalah proses yang dilakukan untuk membuat air dapat digunakan untuk suatu penggunaan tertentu. Semisal penggunaan air untuk minum, proses indrustri, medis, pertanian, dan lain-lain. Masing-masing penggunaan tersebut memiliki standar atau mutu yang berbeda-beda. Terdapat berbagai teknik penjernihan air yang bisa dilakukan. Teknik-teknik tersebut diantaranya adalah:
-       Penyaringan
Penyaringan adalah salah satu cara penjernihan air dengan menyaring air dengan menggunakan berbagai bahan mulai dari kain, kapas, pasir, kerikil, ijuk, dan atau bahan lainnya untuk mendapatkan mutu air yang lebih baik.

-       Perebusan
Perebusan adalah cara penjernihan air dengan cara dipanaskan hingga mendidih. Proses ini untuk membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air.

-       Disinfeksi kimia
Disinfeksi kimia merupakan teknik penjernihan air dengan memanfaatkan disinfektan atau bahan kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme. Teknik penjernihan air dengan Disinfeksi kimia dapat dilakukan pada genangan air, air dalam sumur, dll.

-       Bubuk pemutih
Adalah penjernihan air dengan menggunakan bubuk pemutih semisal tawas dan kapur gamping.

-       Tablet klorin
Adalah penjernihan air dengan menggunakan tablet klorin atau kaporit.

-       Filter
Adalah penjernihan air dengan menggunakan filter air khusus yang dibuat oleh pabrikan tertentu. Yang biasa terdapat dipasaran adalah filter keramik ‘lilin’ dan UV filter.

-       Desalinasi
Adalah penjernihan air dengan serangkaian metode dan alat khusus yang memanfaatkan pemanasan dengan sinar matahari.

·         Penyaringan Air

Penyaringan air adalah salah satu metode atau teknik penjernihan air yang sederhana. Seorang pramuka penggalang dapat melakukan penyaringan air dengan beberapa cara, seperti: 
  1. Saringan air katun;
    Merupakan teknik penyaringan air yang paling  sederhana. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih, bertujuan untuk  membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh.
     
2.    Saringan kapas;
Air disaring dengan kapas yang diletakkan di dasar wadah yang diberi lubang. Bertujuan untuk membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh

3.    Aerasi;
Aerasi merupakan proses penjernihan air dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida  serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4.    Saringan Pasir Lambat (SPL);
Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan  dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.

5.    Saringan Air Sederhana;
Penyaringan air dengan teknik Saringan Air Sederhana merupakan modifikasi dari saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu  dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa.


Itulah beberapa teknik penjernihan air dan penyaringan air yang dapat dilakukan oleh para pramuka. Selain untuk menyelesaikan uji SKU Pramuka Penggalang, keterampilan dalam mengolah air hingga menjadi air yang berkualitas lebih baik ini tentu akan sangat bermanfaat di dunia nyata. Baik ketika berkegiatan di alam terbuka ataupun ketika harus ikut serta membangun masyarakat.


Friday, March 20, 2020

Friday, March 20, 2020

TUGAS PRAKARYA : TAHAPAN PENGOLAHAN PANGAN

Materi Prakarya : TAHAPAN PENGOLAHAN PANGAN (LIHAT -KLIK DISINI!!!)
Oleh : Bu Via Khasanah, S.Pd,
Waktu : Sampai dengan tanggal 23 Maret 2020 pukul 23.59 WIB.
Petunjuk Mengerjakan :

  1. Bacalah materi Tahapan Pengolahan Pangan (LIHAT -KLIK DISINI!!!)
  2. Kerjakan soal uraian dibawah ini dengan mengisi jawaban pada kolom yang disediakan
  3. Tiap soal memiliki point maksimal 10 (Tidak Menjawab =0)
  4. Kerjakan soal secara mandiri tidak diperkenankan bekerja sama
  5. Batas Waktu mengerjakan tanggal 23 Maret 2020 pukul 23.59 WIB
  6. Gunakan waktu sebaik-baiknya.
  7. Gunakan email google (@GMAIL), Tiap siswa hanya dapat menggunakan 1 alamat email untuk mengerjakan.
  8. Masukan Kode Akses untuk membuka Halaman, Jika belum punya minta ke Ketua Kelas.

Soal :
Lihat soal pada form dibawah ini :


Friday, March 20, 2020

PRINSIP TAHAPAN PENGOLAHAN PANGAN


Prinsip pengelolaan makanan sebagai berikut :
1.        Keadaan Bahan Makanan
Semua jenis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin, terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti daging, ikan, susu, telur, makanan dalam kaleng, buah, dan sebagainya. Bahan makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui, karena jaringan perjalanan makanan yang begitu panjang dan melalui jaringan perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baik adalah menghindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggungjawabkan secara kualitasnya.

2.        Cara Penyimpanan Bahan Makanan
Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan makanan yang tidak segera diolah terutama untuk catering dan penyelenggaraan makanan perlu penyimpanan yang baik, mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat higienis sanitasi makanan sebagai berikut :
a.         Penyimpanan harus dilakukan di tempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat.
b.        Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat atau tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu dingin.

3.        Proses Pengolahan
Pada proses atau cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu berikut :
a. Tempat pengolahan makanan
Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah, tempat pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.
b. Tenaga pengolah makanan atau penjamah makanan
Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan sampai penyajian. Dalam proses pengolahan makanan, peran dari penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan penyakit. Banyak infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, salmonella dapat ditularkan melalui kulit. Oleh sebab itu, penjamah makanan harus selalu dalam keadaan sehat dan terampil.
Agar terhindar dari pencemaran, selama proses pengolahan terdapat beberapa persyaratan, antara lain berikut :
1)        Semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari kontak langsung dari tubuh.
2)        Setiap petugas yang bekerja disediakan pakaian kerja minimal celemek (apron) dan penutup rambut (hair cover), khusus untuk penjamah makanan disediakan sarung tangan plastik yang sekali pakai (dispossable), penutup hidung dan mulut (mouth and nose masker).
3)        Perlindungan kontak langsung dengan makanan jadi menggunakan sarung tangan plastik, penejpit makanan, sendok, garpu, dan sejenisnya.
c. Cara pengolahan makanan
Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip higienis dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (Good Manufacturing Practice).
Jenis-jenis perlakuan dalam proses pengolahan makanan antara lain suhu tinggi, blanching, pasteurisasi, sterilisasi, pendinginan, fermentasi, pengeringan, dan penggunaan bahan kimia.

4.        Cara Pengangkutan Makanan yang Telah Masak
Pengangkutan makanan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, debu, maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, kuat dan tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur suhunya dalam keadaan panas 600C atau tetap dingin 40C.

5.        Cara Penyimpanan Makanan Masak
Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu tempat penyimpanan makanan pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada suhu dingin. Makanan yang mudah membusuk sebaiknya disimpan pada suhu dingin yaitu <40C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam, disimpan dalam suhu -50C s.d -10C.
Ada enam dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk pengawetan, yaitu :
a.         Pengurangan air-pengeringan, dehidrasi, dan pengentalan
b.        Perlakuan panas-blanching, pasteurisasi, dan sterilisasi
c.         Perlakuan suhu rendah-pendinginan dan pembekuan
d.        Pengendalian makanan-fermentasi dan aditif asam
e.         Berbagai macam zat kimia aditif
f.         Diradiasi