Terbaru

Showing posts with label GERINDA. Show all posts
Showing posts with label GERINDA. Show all posts

Tuesday, November 3, 2020

Tuesday, November 03, 2020

Macam-macam Butiran Pemotong (Abrasive)

Butiran pemotong dibuat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Terdapat macam-macam butiran pemotong diantaranya:

1) Alumunium Oxide (AL2O3). “Simbol A”.

Aluminium oksida memiliki variasi dalam sifat yang timbul dari perbedaan komposisi kimia dan struktur yang diakibatkan dari proses manufaktur atau pembuatannya.

Aluminium oksida grit murni (AL2O3) berwarna  putih  memilki struktur berongga dan tajam dengan kekuatan rendah, digunakan untuk penggerindaan umum/pengasaran dengan hasil kehalusan sedang. Butiran jenis ini memilki sifat kurang tahan terhadap panas dan sensitif terhadap keras dan bahan besi.

Aluminium oksida (AL2O3) paduan dengan TiO2 berwarna coklat, memiliki kekerasan yang lebih rendah  namun memiliki  ketangguhan tinggi. Butiran jenis ini memilki sifat kurang tahan terhadap panas dan sensitif terhadap keras dan bahan besi.

Aluminium oksida paduan dengan kromium oksida (<3%) berwarna merah muda, memilki keseimbangan antara kekerasan dan ketangguhan dan efisien. Butiran jenis ini memilki sifat  tahan  terhadap panas, tekanan tinggi dan bahan besi.

Roda   gerinda   dengan   butiran   alumunium   oxide   secara   umum digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi (baja karbon, baja paduan dan HSS). Proses pembuatan

butiran alumunium oxide dapat dilihat pada  (Gambar 2.3)



Gambar 2.3. Proses pembuatan butiran alumunium oxide

2)  Silicon carbida (Sic) “  Simbol C ”

Silikon karbida warna hitam mengandung setidaknya 95% SiC. Memiliki sifat kurang keras namun tangguh dan efisien digunakan untuk grinding bahan nonferrous.

Silikon karbida warna hijau mengandung setidaknya 97% SiC. Memilki sifat yang lebih baik jika dibandingkan dengan silicon karbida berwanan hitam digunakan untuk menggerinda   karbida yang disemen (bahan keras).

Roda gerinda dengan butiran silikon karbida secara umum digunakan untuk  menggerinda  benda  kerja  yang  mempunyai  tegangan  tarik rendah (besi tuang kelabu, grafit, alumunium, kuningan dan carbide). Proses   pembuatan   butiran   silicon   karbida   dapat   dilihat   pada (Gambar 2.4).




3) Boron Nitrit . “  Simbol CBN ”

Butiran boron nitrit, memiliki sifat keras, tangguh dan efisien. Digunakan untuk menggerinda benda kerja yang sangat keras (baja perkakas dengan kekerasan diatas 65 HRC). Proses pembuatan roda gerinda dengan butiran boron nitrit  dapat dilihat pada   (Gambar 2.5)


UKuran Butiran Pemotong Roda Gerinda

 

Besarnya   butiran   pemotonga   roda   gerinda   didapat   dengan   cara menyaring butiran-butiran tersebut pada penyaring dengan jumlah mata jala tertentu pada setiap 1 inchinya. Proses penyaringan ukuran butiran roda gerinda dapat dilihat pada (Gambar 2.6).



Gambar 2.6. Proses penyaringan ukuran butiran roda gerinda


Tuesday, November 03, 2020

Bagian-bagian Roda Gerinda.


Roda gerinda terdiri dari butiran pemotong (abrasive) dan   perekat (bond) yang dibuat dengan cara dipanaskan pada dapur listrik  sampai temperatur tertentu, kemudian dikempa dalam cetakan dengan bentuk yang diinginkan. Roda gerinda adalah salah satu jenis alat pemotong yang digunakan untuk pekerjaan finishing dengan hasil tingkat kehalusan dan toleransi tertentu, yang sebelumnya sudah dilakukan pengerjaan awal dengan jenis mesin lainnya.  Fungsi  roda  gerinda  diantaranya,  digunkan  unutk  menggerinda datar, mengasah dan membentuk pisau atau untuk jenis pekerjaan lain yang tidak dapat dikerjakan pada mesin perkakas lainnya

a. Bagian-bagian Roda Gerinda.

Untuk  mendapatkan hasil  penggerindaan  yang  maksimal  roda  gerinda dibuat terdiri dari beberapa bagian yaitu, butiran pemotong (abrasive) dan perekat (bond) yang jenisnya dan proses pembuatannya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan (Gambar 2.2a). Butiran-butiran pemotong (abrasive) pada roda gerinda, berfungsi sebagai pemotong pada saat digunakan  dan  perekat  (bond)  berfungsi  untuk  mengikat  antara  satu butiran   dengan   butiran   lainnya   dengan   kekuatan   tertentu.   Setelah dilakukan proses pengolahan dan pembentukan/pencetakan, roda gerinda terdiri dari beberapa bagian yang dapat dilihat pada (Gambar 2.2b).